Irrational Nationalism

Sampai sekarang masih saja banyak orang yang bertanya,

“Mengapa kamu balik ke Indonesia padahal mampu melanjutkan hidup di luar negeri?”

Biasanya saya menjawab,

“Saya kan orang Indonesia, wajarlah kalau saya ingin pulang membangun negeri. Yang harusnya dipertanyakan adalah ketika saya memilih menetap di negeri orang”.

Lalu respon yang saya terima biasanya selalu sama : raut wajah yang tidak puas.
Lalu saya tersenyum kecut, melengkapi jawaban tadi yang sebenarnya tidak cacat.

“… Lagipula pekerjaan saya sekarang cukup memuaskan”.

Lucu ya. Mengapa nasionalisme tidak cukup menjadi alasan seorang anak negeri untuk pulang.

1 Comment

  1. dani says: Reply

    Oh my Jihan… Pengen nangis denger ini….

Leave a Reply